candi cangkuang

Garut-Sebagian orang memanfaatkan libur lebaran dengan berkunjung ke rumah saudara, berziarah ke kuburan, atau rekreasi ke objek wisata. Untuk yang berada di daerah Garut dan sekitarnya Situ (danau) dan Candi Cangkuang bisa dimanfaatkan. Situ dan Candi Cangkuang berada di Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Jaraknya dari jalan raya ke Situ dan Candi Cangkuang sekitar tiga kilometer. Pengunjung bisa memanfaatkan jasa angkutan umum (angkot), ojek, atau delman. Ongkosnya tiga sampai lima ribu rupiah.

Pada H2 kemarin objek wisata ini dikunjungi ribuan orang. Mereka datang dari Garut, Bandung, Jakarta, dan beberapa kota lainnya. Sejumlah pengunjung mengaku baru pertama kali datang ke sana.

Candi Cangkuang yang berada di Pulo Panjang dahulunya sepenuhnya dikelilingi danau atau situ dalam bahasa Sunda. Namun karena terjadi pendangakalan danau itu sekarang tinggal separuh, separuhnya lagi dimanfaatkan untuk sawah. Untuk mencapai ke Pulau Panjang seorang pengunjung harus naik getek. Satu getek bisa memuat sampai dengan 20 penumpang. Seorang penumpang dikenai biaya tiga ribu rupiah. Ongkos sebesar itu digunakan untuk pulang pergi.

Pulo Panjang, pulau tempat Candi Cangkuang, tidak terlalu luas. Hampir seluruh pulau itu digunakan sebagai pekuburan. Bagian puncak pulau merupakan pekuburan Embah Dalem Arif Muhammad, tokoh yang dipercaya menyebarkan agama Islam, di daerah tersebut.

Berdasarkan catatan sejarah candi ini dibangun pada abad ke-8. Candi ini ditemukan pada 9 Desember 1966, diteliti dan digali pada 1967 sampai dengan 1968, dan mengalami pemugaran pada 1974 sampai dengan 1976.

Salah seorang yang memanfaatkan Situ dan Candi Cangkuang adalah Andi Rohman. Ia datang dari Bintaro Jakarta ke Candi Cangkuang untuk tujuan rekreasi. Ia mengaku cukup menikmati pemandangan di objek wisata tersebut. Hanya saja, katanya, Situ dan Candi Cangkuang kurang promosi.

Sedangkan Iis Nuraini seorang pengunjung lokal yang datang pada H2 mengaku menyayangkan kondisi objek wisata ini. “Sekarang kondisi Candi Cangkuang telah berubah banyak. Kondisinya tidak seperti saya pertama kali ke sini,” katanya.

Dengan segala kekurangannya, objek wisata ini tetap mampu menarik ribuan orang pada masa lebaran ini. Dengan keberadaan candi, rumah adat, situ, museum, dan pemandangan gunung serta sawah, lebih dari seribu orang tiap bulannya datang ke sini. Tidak saja pengjung lokal Indonesia melainkan juga dari luar negeri. “Ada dari Inggris, Singapura, Jepang, dan kebanyakan dari Belanda,” kata Jiji seorang penjaga museum Candi Cangkuang.cangkuang

One response

2 06 2008
indera keenam

Kepada YTH,
DETASEMEN 88 ANTI TERORIS
Di Tempat

Saya melaporkan bahwa ada suatu gerakan teroris yang sangat membahayakan jiwa masyarakat umum dan keamanan secara umum.
Kelompok teroris tersebut bernama FPI atau disingkat dengan FRONT PEMBELA ISLAM, adalah suatu kelompok teroris yang setiap saat bisa membunuh siapa saja.
Mohon segera diproses secara hukum dan kelompok teroris tersebut segera dibubarkan, serta para anggota yang diidentifikasi ikut di dalamnya untuk segera dilakukan penangkapan dengan segera.

Indonesia, 2 Juni 2008.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: